Sabtu, 11 Juli 2015

DRAMA MONOLOG "AKU DAN CELANA KOLOR"



Monolog



AKU DAN
CELANA KOLOR



SAPRUDIN ITHUR



ADEGAN PERTAMA
PANGGUNG REMANG-REMANG KEBIRU-BIRUAN, ANGIN SEMILIR BERHEMBUS PELAN
1.      Seseorang       : (melintas beberapa kali diatas panggung, kemudian menghilang.
Kemudian datang lagi dengan terseok-seok, bercelana kolor tanpa baju,   
tidur semaunya, setelah puas lalu pergi semaunya)

ADEGAN KEDUA
PANGGUNG TERBUKA LEBAR, CAHAYA TERANG BENDERANG
2.      Hairani            : (berpakaian rapi, berdasi. Berjalan mondar mandir….menemukan
   selembar kertas)
  (merapikan lembaran kertas, mata menatap tajam )
  Puisi……sebuah puisi yang bagus
  (menatap kepada penonton)
  Dengar kawan-kawan…..aku adalah seorang pemerhati
  Lihat ini buktinya……nich…(memperlihatkan kertas, lanjut membaca
  puisinya dengan lantang)
  
CERITA TENTANG BOHONG
Karya : Udin Berau
Dilemparkan ditengah daun-daun muda
Bergoyang kaki
Dilemparkan ditengah daun-daun tua
Yang sudah siap gugur
Dialunkan senandung ditengah ngarai
Dan sepanjang sungai

Dinyanyikan lagu mendayu-dayu
Sampai kepesisir pantai
Dibuih-buih ombak
Sampai disela-sela bukit dan gunung
Diantara jelata dan melata

Rimaung diasuh batu
Kucing berjalan diatas awan
Ekor dan telinga dijadikan layar

Babi disimpan pada kamar gelap
Lusuh berwarna merah
Berbau hingar
Antara dupa dan kemenyan
Disisipi wangi minyak lonceng

Katanya….
Sapi bengkak diasuh monyet bekantan

Emas, intan, permata-permata hiasan tangan
Dibuang kebelakang seperti ampas kelapa

Sehari makan rumput
Berhari-hari juga makan rumput
Rumput ditebas dan diracuni

Sehari-hari makan rumput
Sehari-hari makan rumput
Berhari-hari juga masih makan rumput

Gajah berdiri diatas tugu
Bercerita dengan keras dan lantang
Tentang dunia bohong
Sedang perutnya sudah buncit

           
 Seleasai….hebat…hebat sekali…………
 Aku masih sangsi….apakah suara mereka....suara seniman
 Sudah didengar para petinggi-petinggi…atau hanya suara genderang
 Menggelegar bertalu-talu

3.      Hairani            : (berjalan beberapa langkah…memungut kertas lagi..langsung membaca)
 



AKU
Karya : Semprot
Aku gila…..
Aku memang gila
Aku dasarnya gila
Aku memang sudah lama gila
Biar aku gila
Tetapi aku tetap gila

Dasar gila…yaaaa gilalah
Aku pakai celana kolor
Pemberian adikku sayang
Aku buka celana kolor
Aku lemparkan kedasar sungai kotor
Aku cebur
Aku injak-injak
Dan akuuuuuu
Bertelinga kebumi

  Ini tulisan orang waras atau orang gila
  …….. mungkin (memukul-mukul dahi ) aku yang…..cuih….gak..
4.      Hairani                        : ( kedua kertas dilumat sampai kecil, dilempar sekuatnya)
5.      Hairani                        : (berjalan turun dari panggung dan menghambur kedalam
  penonton..beberapa penonton disalami dan diajak berdialog)
6.      Hairani                        : apa kabar ?
7.      Penonton         : baik
8.      Hairani                        : apakah alamat rumah bapak dekat dengan tempat ini ?
9.      Penonton         : ya …………………………………………..…
10.  Hairani                        : oh gitu…terima kasih pak
11.  Hairani                        : (beralih keseorang wanita)
12.  Hairani                        : Ibu apa kabar ?
13.  Penonton         : baik…baik….
14.  Hairani                        : boleh saya tahu, diaman rumah ibu ?
15.  Penonton         : (menjelaskan alamatnya)
16.  Hairani            : boleh saya berkunjung kerumah ibu ?
17.  Penonton         : boleh
18.  Hairani                        : terima kasih
19.  Hairani                        : (kembali keatas panggung)
 Aku pingin cerita sedikit tentang kacamata….aku dirumah punya kacamata. Bapak, ibu juga banyak yang punya kacamata, bahkan sekarang ada yang pakai kacamata………………………………………………………… ……………………………………(berbicara tanpa suara) ……………………………………. …………………………………………………………………..(bersuara)
Maka pakailah kacamata yang sesuai dan cocok untuk ibu, bapak saudara-saudara sekalian.
(lampu pelan-pelan menjadi gelap)

ADEGAN KETIGA
SUASANA PANGGUNG GELAP….PELAN-PELAN CAHAYA REMANG-REMANG KEMERAHAN SENJA. SUARA AZAN TERDENGAR DARI KEJAUHAN.
20.  Hairani            : (berjalan gontai pelan sekali….memikirkan sesuatu yang teramat
  sulit……kemudian memegang dan meremas-remas tubuhnya)
 ……….masih utuh……….masih utuh…………
 LAMPU TERANG WARNA PUTIH BERSIH
21.  Hairani                        : (tersenyum sendirian….lalu memainkan seluruh tubuhnya dengan
  meliuk-liuk…lalu dipandangi dengan puas….meliuk-liuk lagi)
  (geram) …..aku gagal……hancur…..!!!!!
  Kacamataku hancur….!!!!!!
22.  Hairani                        : (lari pontang-panting)
23.  Hairani                        : (masuk kebelakang panggung sebentar….dan keluar lagi membawa
  celana kolor)
  Dulu aku pakai celana kolor……………….
  Sekarang kembali pakai celana kolor…………………….
  (menjadi gila)………………………………………………………………………………….

SUASAN PANGGUNG PELAN-PELAN GELAP….....KEMUDIAN TERANG BENDERANG.

SELESAI….

3 komentar:

  1. Kangen sama yang namanya teater waktu di SMK. Tampil dgn cerita rakyat "Ikan julung-julung". Wah... andai itu ada lagi. Usul pak. Untuk memperkenalkan budaya berau. Teater modern dihidupkan kembali.

    BalasHapus
  2. Kangen sama yang namanya teater waktu di SMK. Tampil dgn cerita rakyat "Ikan julung-julung". Wah... andai itu ada lagi. Usul pak. Untuk memperkenalkan budaya berau. Teater modern dihidupkan kembali.

    BalasHapus
  3. Tks. Teater di Berau sangat berkembang, semua sekolah tingkat SLTA punya teater loh. Teater AKBS SMAN 1 Berau sudah bicara baik di tingkat provinsi dan bahkan nasional...hebatkan kan teater Berau...

    BalasHapus